Asupan nutrisi yang cukup sangat penting bagi perkembangan neurokognitif pada bayi dan anak-anak

Ringkasan ulasan oleh Kadosh dkk, 2021

Ulasan oleh Kadosh dkk menjelaskan tentang peran nutrisi dalam perkembangan kognitif, emosional, dan sistem saraf pada bayi dan anak-anak (0-59 bulan). Disebutkan bahwa nutrisi memberi dampak jangka panjang dan pada umumnya tidak berbalik terhadap perkembangan kognitif dan kesejahteraan mental seseorang. Para penulis menuliskan bahwa mengonsumsi nutrisi makro dan mikro dalam jumlah yang cukup sangatlah penting bagi perkembangan otak yang sehat pada tahap awal kehidupan. Ulasan ini menekankan bahwa tidak mungkin satu nutrisi saja yang menjadi kunci pada perkembangan neurokognitif, tetapi semestinya banyak nutrisi yang ikut dipertimbangkan.

Poin-poin utama dari ulasan ini:

  • Nutrisi yang cukup sangat penting bagi perkembangan neurokognitif, terutama pada bayi dan anak-anak.
  • Seperti yang telah kita ketahui bahwa asam lemak tak jenuh ganda rantai panjang (LCPUFA), mineral dan vitamin sangat penting bagi perkembangan otak yang normal pada tahap awal kehidupan.
  • Sejumlah besar artikel yang diterbitkan membahas peranan polar lipids, psikobiotik, protein dan asam amino penting pada perkembangan kognitif, emosional, dan sistem saraf.
  • Aksis saluran cerna-otak (gut-brain axis/GBA), kumpulan rute komunikasi dua arah antara saluran cerna dan sistem saraf pusat, merupakan target baru dan menjanjikan untuk perkembangan otak pada tahap awal kehidupan.

Psikobiotik sebagai nutrisi baru dan menjanjikan

Psikobiotik adalah molekul-molekul yang dapat berinteraksi dengan GBA dan berpengaruh positif bagi sejumlah bakteri baik dalam saluran cerna. Para penulis menjelaskan bahwa psikobiotik terdiri dari probiotik dan prebiotik. Probiotik memberikan efek pada otak dengan melepaskan zat-zat neuroaktif, sementara prebiotik merupakan sumber makanan selektif dari bakteri baik saluran cerna, dengan demikian menstimulasi pertumbuhan dan aktivitasnya dengan efek-efek yang signifikan pada perkembangan dan fungsi otak. Tertulis dalam ulasan bahwa asupan psikobiotik tidak hanya berdampak pada perkembangan otak tetapi juga perilaku dan proses psikologis. Ulasan ini menyimpulkan bahwa penelitian-penelitian yang terbatas tetapi menjanjikan menemukan efek-efek yang menjanjikan dari psikobiotik pada mekanisme psikologis, perilaku dan perkembangan otak.

Ikhtisar nutrisi dan potensi pengaruhnya terhadap perkembangan neurokognitif

Gambar 1. Diperoleh dari penelitian oleh Kadosh dkk, 2021. Ringkasan bagaimana nutrisi dapat mempengaruhi perkembangan neurokognitif, dengan mempengaruhi otak secara langsung, atau melalui GBA. Singkatan: LCPUFA: long-chain polyunsaturated fatty acid (asam lemak tak jenuh ganda rantai panjang); LA; linoleic acid (asam linoleat); ALA: alpha-linolenic acid (asam alfa-linolenat); DHA: docosahexaenoic acid (asam dokosaheksaenoat); IQ: intelligence quotient (kecerdasan intelektual) ; AD: autism-spectrum disorder (gangguan spektrum autisme); ADD: attention deficit disorder (gangguan pemusatan perhatian); GBA: Gut-Brain Axis (Aksis Saluran Cerna-Otak).

Kesimpulan dari ulasan

Para penulis menyimpulkan bahwa konsumsi nutrisi makro dan mikro dalam jumlah yang cukup sangatlah penting bagi perkembangan otak dan neurokognitif yang normal pada bayi dan anak-anak. Para penulis menjelaskan bahwa polar lipids, asam amino esensial dan psikobiotik sebagai nutrisi yang baru dan menjanjikan untuk mendukung perkembangan sistem saraf yang sehat.

Baca artikel lainya: