Kebiasaan makan yang sehat pada anak-anak: apa saran yang dapat Anda berikan kepada orang tua?

Tidak hanya apa yang dimakan anak-anak, namun bagaimana mereka makan itu juga penting, ungkap pernyataan ilmiah dari Asosiasi Jantung Amerika atau American Heart Association.1 Pernyataan ini memberi panduan untuk membantu orang tua dan pengasuh dalam mempromosikan kebiasaan makan yang baik serta membantu anak-anak mempertahankan berat badan yang sehat. Hal tersebut dapat mengurangi risiko penyakit pada tahap kehidupan selanjutnya.

Lingkungan makan yang positif

Happy Asian family enjoying a healthy snack at homeMeski banyak anak-anak memiliki kemampuan untuk berhenti makan saat kenyang, anak-anak juga dipengaruhi oleh lingkungan keseluruhan serta perilaku orang tua mereka pada waktu makan. Ketika seorang anak merasa ditekan untuk makan, sulit baginya untuk mengikuti tanda-tanda alami dari tubuh mereka yang menunjukkan rasa lapar atau kenyang. Dengan menawarkan anak-anak berbagai pilihan makanan yang sehat serta membiarkan mereka memilih makanan yang ingin dimakan – dan yang lebih penting lagi, berapa banyak mereka makan – dapat mendorong mereka mengembangkan kebiasaan makan yang sehat. Hal tersebut sering kali mengakibatkan terbentuknya pola makan dan berat badan yang sehat pada kehidupan mereka selanjutnya. Oleh karena itu, rekomendasi ini menekankan lingkungan makan yang positif daripada memaksakan aturan yang tegas mengenai jenis dan jumlah yang harus dimakan seorang anak.

Pemilih makanan

Namun demikian, mengizinkan anak-anak untuk memilih makanannya sendiri terkadang terbukti menantang – terutama jika mereka suka memilih-milih makanan dan/atau menolak memakan produk-produk atau hidangan baru. Perilaku ini umum terlihat pada anak berusia satu sampai lima tahun dan cukup normal. Aturan yang otoriter terkait makanan dan pemberian imbalan dan hukuman, dalam jangka pendek, tampak seperti strategi yang berhasil. Namun, semua pendekatan ini tidak didukung oleh riset dan dapat berdampak negatif dalam jangka panjang. Lingkungan makan yang otoriter dapat mencegah tumbuhnya keterampilan pengambilan keputusan yang positif yang penting bagi seorang anak. Penggunaan pendekatan otoriter meningkatkan kemungkinan seorang anak untuk makan hanya saat lapar saja. Anak yang dibesarkan dengan pendekatan ini juga cenderung lebih sering memakan makanan yang berkalori tinggi, sehingga meningkatkan risiko kelebihan berat badan. Di lain pihak, suatu pendekatan yang benar-benar fleksibel, di mana anak dibolehkan makan jenis makanan dan pada waktu yang mereka inginkan, tidak memberi batas-batas yang memadai yang memungkinkan anak itu mengembangkan kebiasaan makan yang sehat. Selain itu, riset telah mengaitkan pendekatan tersebut dengan meningkatnya kenaikan berat badan yang tidak diinginkan di antara anak-anak.

Pendekatan yang berhasil

Saat menghadapi anak yang suka memilih-milih makanan, menawarkan berbagai ragam makanan sehat secara terus menerus dapat meningkatkan peluang seorang anak untuk menerima produk-produk ini, terutama jika disajikan dengan produk-produk yang sudah dikenal dan disukai anak. Dan ketika orang tua bersemangat memakan produk-produk tersebut, hal itu juga dapat membantu anak untuk menerima produk-produk itu. Memberi contoh yang baik dengan memakan produk atau hidangan yang sehat – entah oleh orang tua, pengasuh, saudara atau sebaya – merupakan strategi yang baik untuk membantu anak menjadi terbuka terhadap berbagai jenis pilihan makanan. Bagi orang tua, juga terbukti sulit untuk memberi struktur dan batas-batas tanpa menerapkan pembatasan yang berlebihan pada otonomi pengambilan keputusan anak-anak, sehingga anak dapat berhenti memperhatikan sensasi lapar dan kenyang mereka sendiri.

Kiat bagi orang tua

  • Sediakan pilihan opsi makanan yang sehat dan biarkan anak memutuskan sendiri apa yang ingin mereka makan.
  • Perhatikan tanda-tanda lisan dan bukan lisan dari anak yang menunjukkan bahwa mereka merasa lapar atau kenyang.
  • Jangan dorong atau tekan anak agar makan lebih banyak daripada yang mereka inginkan.
  • Makan secara teratur pada waktu yang telah dijadwalkan.
  • Sajikan hidangan/produk yang sehat atau baru bersama hidangan/produk yang disukai anak.
  • Cobalah makanan baru dan sehat secara rutin bersama anak dan tunjukkan bahwa Anda suka memakan makanan tersebut: sebagai orang tua, Anda adalah teladan bagi anak.

Baca artikel lainya: