Makanan yang berasal dari hewan kaya akan asam amino esensial, penting untuk tumbuh kembang linier anak usia dini di negara berpendapatan menengah ke bawah

Ikhtisar Tinjauan Parikh dkk. 2021

Gagasan penting dari ulasan tersebut
Anak-anak yang mengalami gangguan pertumbuhan memiliki asupan 9 asam amino esensial yang tidak memadai yang berdampak negatif pada pertumbuhan linier melalui jalur mTORC1. Dimasukkannya sumber makanan hewani yang kaya protein, termasuk produk susu, harus didorong untuk meningkatkan asupan EAA dan kualitas diet keseluruhan anak-anak di negara berpenghasilan menengah dan rendah.

Dalam tinjauan ini, Parikh dkk. (2021) mempertimbangkan bukti perihal peranan protein terutama asam amino esensial (AAE) terhadap pertumbuhan linier dan perkembangan neurokognitif balita di negara berpendapatan menengah dan rendah. Para penulis tinjauan menyatakan, pertumbuhan fisik bayi dan anak usia dini diakui secara global sebagai indikator terbaik untuk mengukur kesejahteraan dan perkembangan potensi fisik dan mental mereka yang penuh. Namun, dugaan terbaru menunjukkan sejumlah besar bayi dan anak usia dini menderita stunting atau gagal tumbuh. Sebagaimana dilaporkan oleh UNICEF, pada 2018, ± 149 juta anak berusia di bawah 5 tahun di Negara Berpendapatan Menengah dan Rendah di seluruh dunia, mengalami pertumbuhan yang terhambat dan stunting.

Poin-poin Penting Tinjauan

  • Protein dan asam amino esensial (AAE) mendukung pertumbuhan linier serta berpotensi membantu perkembangan neurokognitif pada bayi dan anak usia dini.
  • Begitu banyak anak usia dini di negara berpendapatan menengah dan rendah yang memiliki pola makan yang berbasis pada makanan pokok yang kadar patinya tinggi seperti beras, gandum, jagung (maize), millet, sorgum, sayuran akar dan umbi-umbian tidak memiliki asupan AAE yang memadai.
  • Protein tidak dapat dianggap sebagai nutrisi tunggal yang homogen,
  • Meningkatnya bukti yang menunjukkan bahwa anak-anak yang mengalami gagal tumbuh (growth faltering) kekurangan asupan AAE.
  • Kekurangan asupan AAE kemungkinan berdampak negatif terhadap pertumbuhan linier melalui jalur (pathway) mTORC1 (Gambar 1)
  • Konsumsi makanan yang kaya protein hewani harus digalakkan untuk meningkatkan asupan AAE dan kualitas pola makan anak-anak secara keseluruhan di negara berpendapatan menengah dan rendah.
  • Penelitian mendalam lanjutan tentang asupan dan konsentrasi AA pada bayi dan anak usia dini yang menyajikan perbedaan keadaan fisiologis di berbagai wilayah geografis harus dilakukan sehingga strategi nutrisi yang tepat dapat dikembangkan di masa mendatang.

Peran jalur mammalian target of rapamycin complex 1 (mTORC1)

Para penulis mendiskusikan bahwa jalur mTORC1 yang ditunjukkan di Gambar 1 merupakan salah satu pusat utama yang mendeteksi keberadaan asam amino (AA) dan regulator induk pertumbuhan dan perkembangan. Beberapa bukti telah menunjukkan bahwa asam amino adalah pendorong utama mTORC1 dan kegiatan mTORC1 tersebut diatur melalui ketersediaan asam amino, energi dan beragam faktor pertumbuhan.

Para penulis menyimpulkan bahwa makanan yang berasal dari hewan, yang kaya akan AAE, penting untuk mendukung tumbuh kembang linier anak-anak usia dini di negara berpendapatan menengah dan rendah.

Gambar 1 Diambil dari tinjauan Parikh dkk 2021. Pendeteksian asam amino oleh target mamalia kompleks rapamycin 1 (mammalian target of rapamycin complex 1) (mTORC1)

Kesimpulan tinjauan

Banyak anak di negara berpendapatan menengah dan rendah yang mengalami gagal tumbuh, memiliki asupan AAE yang kurang. Hal ini sebagian disebabkan oleh rendahnya kualitas protein dalam pola makan mereka. Telah ditunjukkan bahwa jalur mTORC1 yang mendeteksi keberadaan asam amino adalah regulator penting dalam mencapai tumbuh kembang keseluruhan dan dapat diaktivasi oleh AA dan sejumlah sinyal lain seperti sitokin (misalnya, faktor nekrosis tumor alfa), faktor-faktor pertumbuhan (misal, faktor pertumbuhan mirip insulin 1 [IGF1]) dan status energi seluler. Para penulis menyimpulkan bahwa AAE dapat memengaruhi pertumbuhan linier melalui jalur mTORC1 dan bahwa makanan yang berasal dari hewan, yang kaya akan AAE dan sumber protein berkualitas tinggi serta asam lemak juga harus disertakan dalam pemberian makanan pelengkap untuk mengurangi risiko gagal tumbuh linier.

Para penulis juga menyoroti kebutuhan untuk lebih lagi menyelidiki asupan dan keperluan asam amino dalam bayi dan anak usia dini di negara berkembang agar dapat merancang intervensi dan strategi nutrisi dengan lebih baik.

Baca artikel lainya:

Referensi

Parikh, P., Semba, R., Manary, M., Swaminathan, S., Udomkesmalee, E., Bos, R., Poh, B. K., Rojroongwasinkul, N., Geurts, J., Sekartini, R., & Nga, T. T. (2021). Animal source foods, rich in essential amino acids, are important for linier growth and development of young children in low- and middle-income countriesMaternal & Child Nutrition, e13264. https://doi.org/10.1111/mcn.13264