Pola makan dan sistem kekebalan tubuh

Pola makan yang sehat dan bervariasi, bersama dengan faktor lainnya, dapat berkontribusi pada berfungsinya sistem kekebalan tubuh. Pada artikel ini, Anda akan membaca tentang fungsi sistem kekebalan tubuh dan berbagai faktor internal dan eksternal yang dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Kita juga akan membahas kemungkinan dampak nutrisi dan komponen makanan tertentu pada sistem kekebalan tubuh.

Sistem kekebalan tubuh

Pola makan dan sistem kekebalan tubuh 2Sistem kekebalan tubuh terdiri dari dua bagian: sistem kekebalan tubuh bawaan, atau sistem kekebalan tubuh sejak lahir, dan sistem kekebalan tubuh adaptif, atau sistem kekebalan tubuh yang ‘dipelajari’ tubuh Anda selama Anda menjalani kehidupan.1 Epitelium, misalnya rongga mulut, paru-paru atau usus, adalah titik kontak pertama dalam tubuh untuk patogen potensial. Ketika kontak ini terjadi, sistem kekebalan tubuh bawaan merespons dengan cepat.1 Dalam banyak kasus, reaksi ini cukup untuk menyingkirkan agen penyakit. Jika tidak, maka sistem kekebalan tubuh adaptif ikut berperan. Sistem ini dapat bekerja secara lebih spesifik untuk menghancurkan patogen, tetapi perlu waktu lebih lama untuk mencapai tahap tersebut.1

Keseimbangan

Sistem kekebalan tubuh yang berfungsi dengan baik menjaga keseimbangan yang baik antara respons terhadap faktor internal dan eksternal yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh.1 Contoh faktor ini meliputi pola makan, komposisi flora usus, faktor keturunan, merokok dan polusi (udara).1 Ketidakseimbangan dalam koordinasi respons imunologis ini dapat menyebabkan berkurangnya respons kekebalan tubuh atau bahkan respons kekebalan tubuh yang terlalu kuat.1 Kasus pertama mengakibatkan peningkatan risiko infeksi (kronis), dan dalam kasus kedua, ada risiko tubuh mengembangkan alergi dan gangguan autoimun.1

Siklus hidup

Selama fase kehidupan tertentu, fungsi sistem kekebalan tubuh dapat menjadi kurang optimal. Hal ini dapat terjadi selama periode tidak lama setelah kelahiran dan seiring bertambahnya usia seseorang.1 Pada anak kecil, sistem kekebalan tubuh belum sepenuhnya berkembang. Akibatnya, anak kecil lebih rentan terhadap infeksi dan dapat mengembangkan masalah dengan pengembangan toleransi oral untuk protein ‘aman’ dalam pola makan mereka atau dalam lingkungan mereka.1 Pada orang tua, respons kekebalan tubuh bawaan dan adaptif kurang efisien dan kurang spesifik karena penuaan sel dan jaringan.2,3 Gaya hidup sehat dapat membantu menunda penurunan ini. Pola makan yang bervariasi, olahraga dan tidur yang cukup semuanya berdampak positif pada fungsi sistem kekebalan tubuh.2,3

Pola makan

Apa hubungan pola makan dengan sistem kekebalan? Penelitian menunjukkan bahwa berbagai komponen makanan dapat berdampak pada sistem kekebalan tubuh.4-10 Contoh komponen ini termasuk gula yang tidak dapat dicerna, vitamin, mineral dan protein bioaktif serta lemak.4-10 Pada tonsil di bagian belakang tenggorokan, komponen aktif ini – sebelum dicerna di lambung dan usus – kontak dengan sistem kekebalan tubuh mukosa. Patogen pernapasan atas dan alergen juga masuk ke dalam tubuh melalui tenggorokan dan tonsil, sehingga patogen tersebut dapat juga berdampak pada respons kekebalan tubuh pada saluran pernapasan (atas). Jika patogen tersebut diserap dalam darah, hal tersebut bahkan mungkin berdampak pada respons kekebalan tubuh sistemik.11

Protein bioaktif

Beberapa makanan, seperti susu, misalnya, secara alami mengandung protein bioaktif. Protein bioaktif adalah protein yang telah terbukti memiliki aktivitas biologis spesifik.13-15  Contoh protein ini termasuk laktoferin, sitokin, seperti IL-10 dan TGF-β, serta imunoglobulin G (IgG) .13-15 Terjadinya protein bioaktif jenis ini bersifat khas pada produk hewani; dengan kata lain, protein ini tidak ada dalam minuman berbasis tumbuhan atau minuman nabati. Namun, pemrosesan susu dengan pemanasan mengakibatkan pengurangan aktivitas fungsional protein bioaktif dalam susu yang dipasteurisasi. Dalam susu yang diproses pada suhu sangat tinggi, protein ini masih ada sebagai sumber makanan, tetapi protein ini tidak lagi berfungsi sebagai protein bioaktif.

Dalam susu mentah yang belum diproses*, protein bioaktif masih utuh dan berfungsi. Banyak penelitian telah dilakukan mengenai kemungkinan efek protein ini dalam susu mentah.12,13,16,17 Penelitian ini sangat relevan untuk populasi yang rentan. Namun, belum ada konsensus yang dicapai tentang kemungkinan efek protein bioaktif.

Kesimpulan

Banyak faktor internal dan eksternal, termasuk, misalnya, komponen makanan tertentu, dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Gaya hidup sehat berdampak positif pada berfungsinya sistem kekebalan tubuh.2,3 Kebiasaan pola makan yang sehat dan olahraga serta tidur yang cukup merupakan aspek penting dari gaya hidup sehat.

* Konsumsi susu mentah yang belum diolah tidak aman dan tidak direkomendasikan karena adanya risiko patogen, dimana pada susu yang telah diproses patogen tersebut menjadi tidak berbahaya.

Baca artikel lainnya:

Referensi

  1. 1. Abbas, A. K., Lichtman, A. H., & Pillai, S. (2019). Basic Immunology: Functions and Disorders of the Immune System. Elsevier Health Sciences.
  2. Montecino-Rodriguez, E., Berent-Maoz, B., & Dorshkind, K. (2013). Causes, consequences, and reversal of immune system aging. The Journal of Clinical Investigation123(3), 958-965.
  3. Weyh, C., Krüger, K., & Strasser, B. (2020). Physical activity and diet shape the immune system during aging. Nutrients12(3), 622.
  4. Walther, B., & Sieber, R. (2011). Bioactive proteins and peptides in foods. International Journal for Vitamin and Nutrition Research81(2), 181.
  5. Calder, P. C. (2013). Feeding the immune system. Proceedings of the Nutrition Society72(3), 299-309.
  6. Lomax, A. R., & Calder, P. C. (2008). Prebiotics, immune function, infection and inflammation: a review of the evidence. British Journal of Nutrition101(5), 633-658.
  7. Triantis, V., Bode, L., & Van Neerven, R. J. (2018). Immunological effects of human milk oligosaccharides. Frontiers in Pediatrics6, 190.
  8. Doherty, A. M., Lodge, C. J., Dharmage, S. C., Dai, X., Bode, L., & Lowe, A. J. (2018). Human milk oligosaccharides and associations with immune-mediated disease and infection in childhood: A systematic review. Frontiers in Pediatrics6, 91.
  9. German, J. B., & Dillard, C. J. (2006). Composition, structure and absorption of milk lipids: a source of energy, fat-soluble nutrients and bioactive molecules. Critical reviews in food science and nutrition46(1), 57-92.
  10. Spencer, S. P., & Belkaid, Y. (2012). Dietary and commensal derived nutrients: shaping mucosal and systemic immunity. Current Opinion in Immunology24(4), 379-384.
  11. van Neerven, R. J. J. (2014). Mucosal immunity : barriers, bugs, and balance. Wageningen: Wageningen University, Wageningen UR.
  12. Loss, G., Depner, M., Ulfman, L. H., Van Neerven, R. J., Hose, A. J., Genuneit, J., … & Weber, J. (2015). Consumption of unprocessed cow’s milk protects infants from common respiratory infections. Journal of Allergy and Clinical Immunology135(1), 56-62.
  13. Abbring, S., Hols, G., Garssen, J., & van Esch, B. C. (2019). Raw cow’s milk consumption and allergic diseases–the potential role of bioactive whey proteins. European Journal of Pharmacology843, 55-65.
  14. Ulfman, L. H., Leusen, J. H., Savelkoul, H. F., Warner, J. O., & van Neerven, R. J. (2018). Effects of bovine immunoglobulins on immune function, allergy, and infection. Frontiers in Nutrition5, 52.
  15. van Neerven, R. J., Knol, E. F., Heck, J. M., & Savelkoul, H. F. (2012). Which factors in raw cow’s milk contribute to protection against allergies?. Journal of Allergy and Clinical Immunology130(4), 853-858.
  16. Brick, T., Hettinga, K., Kirchner, B., Pfaffl, M. W., & Ege, M. J. (2019). The beneficial effect of farm milk consumption on asthma, allergies, and infections: from meta-analysis of evidence to clinical trial. The Journal of Allergy and Clinical Immunology: In Practice, 8(3), 890-891.
  17. Riedler, J., Braun-Fahrländer, C., Eder, W., Schreuer, M., Waser, M., Maisch, S., … & von Mutius, E. (2001). Exposure to farming in early life and development of asthma and allergy: a cross-sectional survey. The Lancet358(9288), 1129-1133.