Status terkini tentang malnutrisi anak di seluruh dunia

Baru-baru ini, Joint Child Maltnutrition Estimates (JME) menerbitkan laporan tahunan mereka tentang angka perkiraan stunting, wasting dan kelebihan berat badan pada anak balita. JME terdiri dari United Nations Children’s Fund (UNICEF), World Health Organization (WHO) dan World Bank. Dalam laporan ini, angka perkiraan malnutrisi per negara ditampilkan untuk pertama kalinya.

Pada tingkat negara, peningkatan terlihat pada pencapaian sasaran stunting: setidaknya dua per tiga dari negara-negara yang ada melihat penurunan jumlah anak yang mengalami stunting. Namun, tidak ada peningkatan, atau bahkan penurunan, pada usaha mengurangi berat badan berlebih. Dalam artikel ini, kami membagikan poin-poin penting dari laporan tersebut.

Stunting

Laporan berikut mengklasifikasikan anak yang mengalami stunting sebagai seorang anak yang terlalu pendek untuk anak pada usianya. Anak-anak yang menderita stunting kemungkinan mengalami gangguan fisik dan kognitif yang tidak dapat diubah. Menurut laporan, total persentase stunting pada anak balita di seluruh dunia telah menurun sejak tahun 2000. Jumlah total anak yang mengalami stunting menurun di semua benua kecuali Afrika. Laporan menyatakan bahwa sekitar 149,2 juta anak balita mengalami stunting pada tahun 2021. Untuk mencapai target 2030, diperlukan penurunan angka stunting yang lebih cepat.

Wasting

Publikasi menggambarkan anak yang mengalami wasting sebagai anak yang terlalu kurus dibandingkan dengan tinggi badannya. Wasting adalah bentuk malnutrisi akut yang diakibatkan oleh turunnya berat badan secara drastis atau berat badan sulit naik. Wasting yang berat bisa meningkatkan risiko kematian. Laporan menyatakan bahwa pada saat ini persentase wasting berada pada tingkat yang mencemaskan.

Pada tahun 2021, jumlah anak balita yang mengalami wasting diperkirakan sebanyak 45,4 juta. Lebih dari 50% anak-anak yang menderita wasting berada di Asia Selatan.

Kelebihan berat badan

Menurut laporan, anak yang mengalami kelebihan berat badan adalah anak yang terlalu berat dari seharusnya. Ini merupakan kasus saat asupan energi melebihi energi yang dikeluarkan dalam jangka panjang. Kelebihan berat badan meningkatkan kemungkinan berkembangnya penyakit tidak menular dikemudian hari. Laporan menunjukkan bahwa persentase anak balita yang kelebihan berat badan masih terus meningkat secara global. Diperkirakan ada sekitar 38,9 juta anak balita yang kelebihan berat badan pada tahun 2021.

Dampak COVID-19

Akibat protokol jaga jarak fisik, semakin sedikit data survei rumah tangga untuk tinggi, berat, usia anak yang terkumpul. Oleh karena itu, perkiraan laporan 2021 sebagian besar berdasarkan data yang dikumpulkan sebelum 2020. Laporan memperkirakan selama COVID-19, persentase stunting, wasting, dan kelebihan berat badan kemungkinan besar meningkat. Peningkatan ini sudah diduga karena finansial rumah tangga menurun, makanan yang sehat dan terjangkau semakin sedikit, layanan nutrisi esensial terbatas dan kesempatan olahraga berkurang.

Baca artikel lainya: