Ulasan sistematis pada mikrobiota dan gangguan saluran cerna fungsional

 Gangguan saluran cerna fungsional atau functional gastrointestinal disorders (FGID) mengacu pada serangkaian besar gangguan sistem saluran cerna tanpa penyebab struktural atau biokimia yang jelas. Meskipun patofisiologi mereka tidak jelas, perubahan pada mikrobiota usus dengan potensi konsekuensi fungsional telah dijelaskan. Ulasan sistemis dari Hofman dkk (2022) memberikan gambaran umum mengenai mikrobiota fekal pada bayi dan anak-anak dengan FGID dibandingkan dengan pada anak-anak yang sehat.

Ringkasan

  • Gangguan saluran cerna fungsional (FGID) umum dialami oleh bayi dan mengacu pada serangkaian besar gangguan sistem saluran cerna tanpa penyebab struktural atau biokimia yang jelas
  • Mikrobiota usus berpotensi memainkan peranan dalam patofisiologi FGID
  • Ulasan yang sistematis dari Hofman dkk (2022) mencakup 13 studi yang membandingkan mikrobiota fekal bayi dan anak-anak dengan dan tanpa FGID
  • Meskipun terdapat batasan metodologi, data menunjukkan perbedaan dalam keragaman, stabilitas dan pola kolonisasi mikrobial pada bayi yang mengalami kolik
  • Terkait FGID lainnya, wawasan tentang mikrobiota terbatas atau kurang.

Gangguan saluran cerna fungsional

Makalah penelitian ini menjelaskan bahwa sekitar 50% bayi diperkirakan menderita setidaknya satu FGID selama beberapa bulan pertama kehidupan mereka. Contoh dari FGID antara lain kolik bayi, refluks gastroesofagus dan konstipasi fungsional. Kecuali pada konstipasi fungsional, sebagian besar FGID terlihat menghilang secara spontan dalam usia satu tahun pertama. Terlepas dari sifat sementaranya, FGID dapat menimbulkan konsekuensi baik jangka pendek dan panjang. Sebagai contoh, FGID dapat mengakibatkan kesulitan pemberian makan, penghentian ASI dan meningkatnya risiko timbulnya migrain anak, asma atau penyakit atopik.

Mikrobiota usus

Makalah ulasan menetapkan bahwa terdapat bukti yang terus bertambah bahwa mikrobiota usus memainkan peran yang sangat penting dalam kesehatan. Misalnya, terlihat bahwa mikrobiota usus dapat memengaruhi kematangan sistem imun, dapat berdampak pada permeabilitas usus, penyerapan gizi, metabolisme gizi dan dapat mengurangi risiko kolonisasi patogen. Penelitian telah menunjukkan bahwa mikrobiota fekal serupa dengan mikrobiota di usus besar. Oleh karena itu, mikrobioma fekal biasanya lebih dipelajari dibandingkan mikrobioma usus.

Ulasan sistematis pada mikrobiota dan gangguan saluran cerna fungsionalTinjauan sistematis

Untuk menilai apakah ada perbedaan pada mikrobiota fekal dari anak-anak dengan dan tanpa FGID, 13 makalah dinilai dalam makalah ulasan ini. Sebagian besar dari studi-studi ini berfokus pada kolik bayi. Para penulis menyimpulkan bahwa secara keseluruhan, penelitian pada topik ini tidak konklusif, karena fakta bahwa studi-studi tersebut menggunakan metodologi yang berbeda. Misalnya, jenis spesies bakteri yang diukur berbeda di antara studi dan kriteria penyertaan, faktor-faktor perancu dan metode-metode analitis yang berbeda digunakan.

Terlepas dari batasan metodologi-metodologi ini, para penulis mengamati bahwa mikrobiota fekal dari bayi yang mengalami kolik menunjukkan perbedaan keragaman, stabilitas dan pola kolonisasi mikrobial. Beberapa studi menemukan lebih sedikit spesies yang bermanfaat pada anak-anak yang mengalami kolik ini, dan beberapa studi menemukan lebih banyak spesies patogenik tertentu. Hanya satu studi dalam ulasan ini yang melaporkan tentang konstipasi fungsional. Studi ini menemukan bahwa tinja dari anak-anak yang mengalami konstipasi mengandung lebih sedikit bakteri bermanfaat tertentu. Makalah ulasan mencatat bahwa terkait FGID lain, wawasan tentang mikrobiota terbatas atau kurang.

Referensi

Hofman, D., Kudla, U., Miqdady, M., Nguyen, T. V. H., Morán-Ramos, S., & Vandenplas, Y. (2022). Faecal Microbiota in Infants and Young Children with Functional Gastrointestinal Disorders: A Systematic Review. Nutrients14(5), 974.