South East Asian Nutrition Surveys (SEANUTS)

South East Asian Nutrition Survey (SEANUTS) 1Hasil SEANUTS II telah didapat

Peneliti mengambil data dari hampir 14.000 anak di Indonesia*, Malaysia*, Thailand dan Vietnam. Video berikut menunjukkan hasil utama dari penelitian skala besar mengenai status gizi dan kesehatan anak-anak.

Hasil utama

Hasil penelitian ini menunjukkan adanya triple burden of malnutrition: yaitu adanya masalah kurang gizi, defisiensi zat gizi mikro, dan kelebihan berat badan dan obesitas. Di bawah ini Anda akan menemukan informasi lebih dalam.

Stunting

Stunting (salah satu masalah pertumbuhan) adalah manifestasi utama dari kekurangan gizi dan terutama terjadi pada anak-anak. Anak dengan kondisi stunting berisiko mengalami  perkembangan yang buruk, kemampuan akademik yang buruk, dan kapasitas intelektual yang berkurang.

Kalsium dan vitamin D**

Mayoritas anak-anak di empat negara tidak dapat memenuhi kebutuhan rata-rata asupan kalsium dan vitamin D. Kalsium dan vitamin D penting untuk pertumbuhan dan  erkembangan
tulang. Selain itu, vitamin D merupakan zat gizi penting untuk mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh.

Anemia

Hasil penelitian menunjukkan bahwa >24% anak berusia kurang dari 4 tahun menderita anemia. Anemia adalah kondisi ketika kemampuan darah untuk membawa oksigen di dalam  tubuh berkurang. Anemia dapat berdampak buruk pada perkembangan kognitif, pertumbuhan fisik, dan kekebalan tubuh.

Berat badan lebih dan obesitas

Obesitas pada anak dikaitkan dengan risiko obesitas yang lebih tinggi di kemudian hari. Kelebihan berat badan atau obesitas merupakan faktor risiko penyakit tidak menular, seperti
penyakit kardiovaskular dan diabetes.

*Hasil hanya representative untuk Peninsula (Malaysia) dan Jawa-Sumatera (Indonesia)
**Hasil penelitian berdasarkan kuisioner 24-hour recall selama 1 hari

Referensi

1. Global Nutrition Report 2021. Available at: https://globalnutritionreport.org/reports/2021-global-nutrition-report/executive-summary/. Accessed on 1 Dec 2021.
2. Soliman A, De Sanctis V, Alaaraj N, Ahmed S, Alyafei F, Hamed N, et al. Early and long-term consequences of nutritional stunting: From childhood to adulthood. Acta Biomed. 2021;92(1):1–12.
3. Sahoo K, Sahoo B, Choudhury A, Sofi N, Kumar R, Bhadoria A. Childhood obesity: causes and consequences. J Fam Med Prim Care. 2015;4(2):187–92.
4. World Health Organization. Obesity and overweight. Available at: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/obesity-and-overweight. Accessed on 8 June 2022.
5. Harkness LS, Bonny AE. Calcium and vitamin D status in the adolescent: Key roles for bone, body weight, glucose tolerance, and estrogen biosynthesis. J Pediatr Adolesc Gynecol. 2005;18(5):305–11.
6. Kotecha P V. Nutritional anemia in young children with focus on Asia and India. Indian J Community Med. 2011;36(1):8–16.

Konferensi SEANUTS II diadakan pada 17 dan 18 Juni 2022

Anda dapat menonton presentasi yang direkam ulang dari beberapa pembicara

Tonton video ini

SEANUTS pertama dilaksanakan di Asia Tenggara dari tahun 2010 hingga 2013 dan memperlihatkan beban ganda malnutrisi (kekurangan nutrisi terjadi bersamaan dengan kelebihan nutrisi) dan kelaparan yang tersembunyi di antara anak-anak di wilayah tersebut.

Pada tahun 2018, FrieslandCampina memulai SEANUTS II, survei nutrisi skala besar kedua di Asia Tenggara, yang bertujuan untuk memberikan informasi terkini mengenai status nutrisi, asupan makanan, aktivitas fisik dan faktor gaya hidup dari populasi anak usia 6 bulan hingga 12 tahun, bersama dengan empat investigator utama dari pihak akademis di negara yang berpartisipasi.

Artikel mengenai temuan pada SEANUTS:

Video wawancara dengan Peneliti Utama SEANUTS II